PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Mei 2015

Download Kartu Syahriyah Madrasah

Contoh Kartu Syahriyah yang Ufhi share adalah pembuatan kartu Syahriyah dengan 1 lembar dibagi 4 kartu. tampilannya kurang lebih seperti gambar berikut ini:


semoga contoh kartu syahriyah sederhana ini bisa bermanfaat buat teman2 semua.
bagi yang ingin mengunduh contoh kartu tersebut, Ufhi sudah siapkan file *.doc nya yang bisa di unduh DISINI.



^_*

Jumat, 22 Mei 2015

Hukum Bacaan Tajwid : Nun Sukun Dan Tanwin



Hukum bacaan nun sukun  ( نْ ) dan tanwin ( ّ  ٍ  ً  ) dibagi 5 (lima) yaitu:

  1. Idghom Bighunnah, yaitu apabila ada nun sukun  ( نْ ) atau tanwin ( ّ  ٍ  ً  ) bertemu huruf (  ي   و  م  ن)
Contoh Nun sukun ( نْ ) bertemu huruf wawu ( و )
مِنْ وَرَئِهِمْ

  1. Idghom Bilaghunnah, yaitu apabila ada nun sukun  ( نْ ) atau tanwin ( ّ  ٍ  ً  ) bertemu huruf ( ل  ر )
Contoh Nun sukun ( نْ ) bertemu huruf lam ( ل )
مِنْلَدُنْكَ
  1. Iqlab yaitu apabila ada nun sukun  ( نْ ) atau tanwin ( ّ  ٍ  ً  ) bertemu huruf ( ب )

Jumat, 27 Februari 2015

Pidato Bahasa Indonesia Tentang Hidup Sederhana


 Berikut ini adalah salah satu contoh pidato tentang Hidup Sederhana Menurut Islam.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati Bapak kepala sekolah
Yang saya hormati Bapak/Ibu guru sekalian
Dan teman-teman yang saya
sayangi
Sebelumnya marilah kita terlebih dahulu memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan taufiq, hidayah dan rahmat-Nya, sehingga sampai saat ini kita masih dipertemukan oleh Allah dalam keadaan sehat wal afiyat tanpa ada halangan suatu apapun.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi agung Muhammad SAW, karena dengan ajarannya kita bisa membedakan yang haq dan yang bathil berkat hidayah Allah SWT.
Teman-teman yang saya sayangi
Dalam kehidupan sehari-hari orang islam hendaknya hidup secara sederhana, jangan sampai berhambur-hamburan, berlebih-lebihan, dan jangan pula bermegah-megahan. Karena dengan sikap tersebut, termasuk perbuatan setan. Untuk itu hidup sederhana perlu sekali untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sabtu, 05 Juli 2014

Hukum Bacaan Tajwid Surat Al Isra' - 32

(sb gb: http://quran.com/17/32)



No
Lafadz
Bacaan
Keterangan
1
وَلاَ
Mad Thobi’i
Karena fathah bertemu alif sukun
2
تَقْرَ
Qolqolah sugro
Karena ada huruf qolqolah yaitu berupa  ق  yang matinya asli
3
بُوْاالزِّ
Idghom syamsiyah
Karena ada  ال  bertemu huruf syamsiyah yaitu  ز
4
نٰىاِ
Mad jaiz munfasil
Karena mad thobi’i bertemu hamzah di lain kalimat.
5
إِنَّهُ
Ghunnah
Karena ada nun yang ditasydid
6
كَانَ
Mad thobi’i
Karena fathah bertemu alif sukun
7
فَحِشَةً
Mad thobi’t
Karena fathah bertemu alif sukun
8
فَحِشَةًوَ
Idghom bighunnah
Karena fathah tanwin bertemu huruf wawu
9
وَسَاءَ
Mad wajib muttasil
Karena mad thobi’i bertemu hamzah dalam satu kalimat.
10
سَبِيْلاً
·     Mad thobi’i
·      
·     Mad iwadh
·        Karena kasroh bertemu ya’ sukun
·        Karena mad yang terjadi di akhir kalimat berharokat fathah tanwin dan dibaca waqof.

Semoga Bermanfaat untuk pLend"  ^__^

Rabu, 25 Desember 2013

Makalah Sejarah Kondifikasi Al-Quran


Contoh Makalah Sejarah Kondifikasi Al-Quran


KATA PENGANTAR

Segala puji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini, dan kami buat dengan waktu yang telah di tentukan.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dengan adanya penyusunan makalah seperti ini, pembaca dapat belajar dengan baik dan benar mengenai Sejarah kondifikasi Al-Qur’an.
Penulis mengucapkan terimah kasih kepada pihak-pihak yang telah memberi sumbangsi kepada kami dalam penyelesaian makalah ini. Dan tentunya penulis juga menyadari, bahwa  masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan pada makalah ini. Hal ini Karena keterbatasan kemampuan dari penulis. Oleh karena itu, penulis senantiasa menanti kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak guna penyempurnaan makalah ini.
Semoga dengan adanya makalah ini kita dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Amien..                                                                      


Rowosari,         Nopember 2013

Penulis







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................... .........
DAFTAR ISI.............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN................................................................................ .........
A.    Latar Belakang.............................................................................................................
B.     Rumusan Masalah........................................................................................................
C.     Tujuan dan Manfaat Penulisan......................................................................................
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................
A.    Proses Pengumpulan dan Penjagaan Al-Qur’an.............................................................
B.     Penjagaan Verbal Al-Qur’an........................................................................................
C.     Penulisan dan Pembukuan Al-Qur’an..................................................................
D.    Usaha Kompilasi pada Masa Nabi hingga Masa Utsman...............................................
E.     Metode Penulisan dan Jumlah Mushaf yang ditulis Utsman.............................................
BAB III PENUTUP...................................................................................................
A.    Kesimpulan..................................................................................................................
B.     Kritik dan Saran..........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Rasulullah adalah seorang yang tidak bisa membaca dan menulis karena itu beliau tidak membukukan atau mencatat Al-Qur’an sendiri. Beliau memerintahkan para sahabat yang dipercayainya sebagai penulis wahyu untuk menuliskan wahyu yang turun kepada Rasullulah di atas pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit kayu, dan tulang belulang hewan. Semua ayat yang turun ditulis teratur seperti yang Allah wahyukan, tetapi semua wahyu tersebut belum terhimpun dalam satu mushaf. Meskipun demikian, Rasullulah saw memberikan isyarat tentang peletakan surat dan urutan ayat dalam Al-Qur’an.

Senin, 07 Januari 2013

Keutamaan Ber-Wudhu




Wudhu adalah ibadah yang sangat ringan dan mudah. Setiap Muslim bisa mengerjakannya. Bahkan, anak-anak TK sekalipun, sudah banyak yang paham dan mengetahui tata cara berwudhu. Kendati dianggap ringan dan mudah, ibadah wudhu ini memiliki khasiat dan keutamaan (fadlilah) yang sangat besar bagi pelakunya, baik secara jasmani, kejiwaan, maupun rohani.
Dalam Alquran, kewajiban berwudhu ini diperintahkan dalam surah Al-Ma`idah [5] ayat 6.
 “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”
Ø  Secara rohani, orang yang selalu berwudhu, maka ia akan mendapatkan berbagai manfaat dan pahala di sisi Allah SWT. Kelak, Allah akan menetapkan orang yang suka berwudhu itu ke dalam golongan orang-orang yang suka akan kebersihan (mutathahhiriin), orang-orang yang suka bertaubat (tawwaabiin), dan golongan orang-orang yang saleh (shaalihiin).
Ø  Secara jasmani, orang yang senantiasa berwudhu (dengan baik, benar, dan sempurna), maka ia akan selalu sehat. Sebab, bila dalam sehari semalam ia melakukan lima kali pembersihan diri dengan air (wudhu), maka akan terlepaslah berbagai kotoran dan debu yang menempel di badannya, terutama anggota wudhu.
Rasulullah SAW pernah mengatakan, orang yang senantiasa menjaga wudhunya, maka ia akan tampak bercahaya di hari kiamat. Bahkan, Rasulullah SAW akan mengenali umatnya kelak di hari kiamat, dari bekas wudhunya.
“Sesungguhnya Rasulullah SAW. pernah pergi ke kuburan, lalu memberi salam: “Assalamu’alaikum wahai perkampungan orang mukmin, dan Insya Allah kami akan menyusul kemudian, saya ingin benar melihat-lihat saudaraku.” Berkata sahabat: “Bukankah kami ini adalah saudaramu ya Rasulullah? “Ya, kamu adalah sahabatku, dan saudara-saudaraku yang belum datang kini.” Sahabat kembali bertanya: “Bagaimanakah engkau dapat mengenal mereka yang belum datang dari umatmu ya Rasulullah?” Rasulullah SAW bersabda: “Bagaimana pendapatmu jika seorang mempunyai kuda belang putih muka dan kakinya, di tengah-tengah kuda yang semuanya hitam, tidakkah mudah mengenal kudanya?” Para sahabat menjawab: “Benar Ya Rasulullah.” “Maka itu umatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya karena bekas wudhu, dan saya akan membimbing mereka itu ke Haudh (Telaga).”
Berwudhu itu menyehatkan dan dapat menghilangkan berbagai macam penyakit. Seperti penyakit kanker, flu, pilek, asam urat, rematik, sakit kepala, telinga, pegal, linu, mata, sakit gigi, dan lain sebagainya.
Bila kita mencermati dan mempelajari sejarah hidup Rasulullah SAW, seperti yang diungkapkan Muhammad Husein Haykal dalam bukunya Hayatu Muhammad, sepanjang hidupnya Rasulullah SAW tak pernah menderita penyakit, kecuali saat sakaratul maut hingga wafatnya. Hal ini menunjukkan, bahwa wudhu dengan cara yang benar, niscaya dapat mencegah berbagai macam penyakit.
Dalam penelitian yang dilakukan Muhammad Salim, tentang manfaat wudhu untuk kesehatan, terungkap bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar, akan mengakibatkan tubuh seseorang terhindar dari segala penyakit.
Dalam penelitiannya itu, Muhammad Salim juga menganalisis masalah kesehatan ratusan hidung orang-orang sehat yang tidak berwudhu dan membandingkannya dengan ratusan orang yang teratur dalam berwudhu selama lima kali dalam sehari dan melaksanakan shalat.
Salim mengambil zat dalam hidung pada selaput lendir dan mengamati beberapa jenis kumannya. Pekerjaan ini ia lakukan selama berbulan-bulan. Berdasarkan analisisnya, orang-orang yang tidak berwudhu, maka warna hidung mereka memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung. Selain itu, rongga hidung orang yang tidak berwudhu itu juga memiliki permukaan yang lengket dan berwarna gelap. Adapun orang-orang yang teratur dalam berwudhu, ungkap Salim, maka permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu.
Selanjutnya, berdasarkan pengamatan yang dilakukannya dengan mikroskop, Salim menemukan, bahwa pada orang yang tidak berwudhu, terdapat lebih banyak jumlah kuman penyakit dalam rongga hidungnya, dan itu akan menjadi tempat (sarang) pertumbuhan kuman penyakit, dibandingkan dengan orang-orang yang berwudhu. Dan jumlah kuman yang banyak itu, akan mempercepat pertumbuhan dan penularan kuman penyakit lainnya.
Ø  Secara ilmiah telah dibuktikan, besarnya manfaat yang bisa dipetik dari wudhu, terutama dalam hal membersihkan lubang hidung. Logikanya, apabila sekali berwudhu dan melakukan istinsyaq, maka hal itu dapat menjaga kebersihan hidung hingga 3-5 jam. Dan bila kotor lagi, maka dapat dibersihkan kembali dengan wudhu berikutnya.
Asy-Syathi menjelaskan, wudhu memberi manfaat yang besar kepada tubuh. Sebab, dapat meningkatkan tekanan (memperlancar peredaran) darah, menambah gerakan jantung, menambah jumlah sel-sel darah merah, mengaktifkan pertukaran (sirkulasi) dalam tubuh, menambah kadar oksigen, serta memperbanyak kadar CO2 (karbondioksida) yang keluar.
“Membasuh bagian-bagian yang terbuka dengan wudhu, sangat bermanfaat bagi tubuh. Yakni, dapat memperlancar air kencing, mengeluarkan racun-racun, menambah nafsu makan, mengaktifkan pencernaan, merangsang otot kulit dan otot sendi. Rangsangan ini akan menuju ke seluruh otot urat leher, paru-paru, perut, kemudian diteruskan kepada seluruh anggota tubuh dan kelenjar-kelenjar.”
Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul (Shalat: Olahraga Jasmani dan Rohani) menjelaskan, wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit.
Menurut teori ilmu kedokteran Tiongkok, seseorang yang takut dengan air atau dingin, menunjukkan indikasi adanya kelainan fungsi organ pada ginjal.


Keutamaan Ber-Wudhu

Wudhu adalah ibadah yang sangat ringan dan mudah. Setiap Muslim bisa mengerjakannya. Bahkan, anak-anak TK sekalipun, sudah banyak yang paham dan mengetahui tata cara berwudhu. Kendati dianggap ringan dan mudah, ibadah wudhu ini memiliki khasiat dan keutamaan (fadlilah) yang sangat besar bagi pelakunya, baik secara jasmani, kejiwaan, maupun rohani.
Dalam Alquran, kewajiban berwudhu ini diperintahkan dalam surah Al-Ma`idah [5] ayat 6.
 “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”
Ø  Secara rohani, orang yang selalu berwudhu, maka ia akan mendapatkan berbagai manfaat dan pahala di sisi Allah SWT. Kelak, Allah akan menetapkan orang yang suka berwudhu itu ke dalam golongan orang-orang yang suka akan kebersihan (mutathahhiriin), orang-orang yang suka bertaubat (tawwaabiin), dan golongan orang-orang yang saleh (shaalihiin).
Ø  Secara jasmani, orang yang senantiasa berwudhu (dengan baik, benar, dan sempurna), maka ia akan selalu sehat. Sebab, bila dalam sehari semalam ia melakukan lima kali pembersihan diri dengan air (wudhu), maka akan terlepaslah berbagai kotoran dan debu yang menempel di badannya, terutama anggota wudhu.
Rasulullah SAW pernah mengatakan, orang yang senantiasa menjaga wudhunya, maka ia akan tampak bercahaya di hari kiamat. Bahkan, Rasulullah SAW akan mengenali umatnya kelak di hari kiamat, dari bekas wudhunya.
“Sesungguhnya Rasulullah SAW. pernah pergi ke kuburan, lalu memberi salam: “Assalamu’alaikum wahai perkampungan orang mukmin, dan Insya Allah kami akan menyusul kemudian, saya ingin benar melihat-lihat saudaraku.” Berkata sahabat: “Bukankah kami ini adalah saudaramu ya Rasulullah? “Ya, kamu adalah sahabatku, dan saudara-saudaraku yang belum datang kini.” Sahabat kembali bertanya: “Bagaimanakah engkau dapat mengenal mereka yang belum datang dari umatmu ya Rasulullah?” Rasulullah SAW bersabda: “Bagaimana pendapatmu jika seorang mempunyai kuda belang putih muka dan kakinya, di tengah-tengah kuda yang semuanya hitam, tidakkah mudah mengenal kudanya?” Para sahabat menjawab: “Benar Ya Rasulullah.” “Maka itu umatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya karena bekas wudhu, dan saya akan membimbing mereka itu ke Haudh (Telaga).”
Berwudhu itu menyehatkan dan dapat menghilangkan berbagai macam penyakit. Seperti penyakit kanker, flu, pilek, asam urat, rematik, sakit kepala, telinga, pegal, linu, mata, sakit gigi, dan lain sebagainya.
Bila kita mencermati dan mempelajari sejarah hidup Rasulullah SAW, seperti yang diungkapkan Muhammad Husein Haykal dalam bukunya Hayatu Muhammad, sepanjang hidupnya Rasulullah SAW tak pernah menderita penyakit, kecuali saat sakaratul maut hingga wafatnya. Hal ini menunjukkan, bahwa wudhu dengan cara yang benar, niscaya dapat mencegah berbagai macam penyakit.
Dalam penelitian yang dilakukan Muhammad Salim, tentang manfaat wudhu untuk kesehatan, terungkap bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar, akan mengakibatkan tubuh seseorang terhindar dari segala penyakit.
Dalam penelitiannya itu, Muhammad Salim juga menganalisis masalah kesehatan ratusan hidung orang-orang sehat yang tidak berwudhu dan membandingkannya dengan ratusan orang yang teratur dalam berwudhu selama lima kali dalam sehari dan melaksanakan shalat.
Salim mengambil zat dalam hidung pada selaput lendir dan mengamati beberapa jenis kumannya. Pekerjaan ini ia lakukan selama berbulan-bulan. Berdasarkan analisisnya, orang-orang yang tidak berwudhu, maka warna hidung mereka memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung. Selain itu, rongga hidung orang yang tidak berwudhu itu juga memiliki permukaan yang lengket dan berwarna gelap. Adapun orang-orang yang teratur dalam berwudhu, ungkap Salim, maka permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu.
Selanjutnya, berdasarkan pengamatan yang dilakukannya dengan mikroskop, Salim menemukan, bahwa pada orang yang tidak berwudhu, terdapat lebih banyak jumlah kuman penyakit dalam rongga hidungnya, dan itu akan menjadi tempat (sarang) pertumbuhan kuman penyakit, dibandingkan dengan orang-orang yang berwudhu. Dan jumlah kuman yang banyak itu, akan mempercepat pertumbuhan dan penularan kuman penyakit lainnya.
Ø  Secara ilmiah telah dibuktikan, besarnya manfaat yang bisa dipetik dari wudhu, terutama dalam hal membersihkan lubang hidung. Logikanya, apabila sekali berwudhu dan melakukan istinsyaq, maka hal itu dapat menjaga kebersihan hidung hingga 3-5 jam. Dan bila kotor lagi, maka dapat dibersihkan kembali dengan wudhu berikutnya.
Asy-Syathi menjelaskan, wudhu memberi manfaat yang besar kepada tubuh. Sebab, dapat meningkatkan tekanan (memperlancar peredaran) darah, menambah gerakan jantung, menambah jumlah sel-sel darah merah, mengaktifkan pertukaran (sirkulasi) dalam tubuh, menambah kadar oksigen, serta memperbanyak kadar CO2 (karbondioksida) yang keluar.
“Membasuh bagian-bagian yang terbuka dengan wudhu, sangat bermanfaat bagi tubuh. Yakni, dapat memperlancar air kencing, mengeluarkan racun-racun, menambah nafsu makan, mengaktifkan pencernaan, merangsang otot kulit dan otot sendi. Rangsangan ini akan menuju ke seluruh otot urat leher, paru-paru, perut, kemudian diteruskan kepada seluruh anggota tubuh dan kelenjar-kelenjar.”
Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul (Shalat: Olahraga Jasmani dan Rohani) menjelaskan, wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit.
Menurut teori ilmu kedokteran Tiongkok, seseorang yang takut dengan air atau dingin, menunjukkan indikasi adanya kelainan fungsi organ pada ginjal.


twitterfacebookgoogle plusemail